Imbas Bermain Gadget Berlebihan

Imbas Bermain Gadget Berlebihan  umumnya akan membuat tubuh pegal itu biasa, ditambah selesai beraktivitas fisik yang berat.

Tetapi, bagaimana jadi jika yang pegal, nyeri, atau kaku ialah jari-jari tangan. Sehingga akan membuat menekuk dan tidak dapat kembali lempeng?

Imbas Bermain Gadget Berlebihan dapat Mengalami Trigger Finger

Rupanya, di dunia kesehatan, peristiwa ini dikatakan sebagai pemicu finger. Pemicu finger memanglah bukan keadaan yang mencelakakan nyawa.

Baca Juga: Gangguan Kecemasan yang harus Waspadai

Namun, permasalahan kesehatan ini bisa mengusik rutinitas setiap hari, hingga perlu ditangani. Dokter specialist bedah ortopedi, dr. Rizky Priambodo Wisnubaroto, SpOT, dari RS Pondok Cantik “membedah” rumor itu dan memberi bermacam pengetahuan berkaitan pemicu finger dalam sebuah seminar-online. Yok, baca bermacam informasi tentang Imbas Bermain Gadget Berlebihan!

Pemicu finger terjadi karena pengubahan susunan otot tendon

Menjelaskan rumor kesehatan ini, dr. Rizky mendeskripsikan pemicu finger sebagai “… ketakmampuan jemari untuk melempengkan atau menekuk karena tendon yang terjebak.” Ini terjadi karena pengubahan susunan otot tendon yang ada di tangan dan jemari, hingga jadi terjepit. Dia menganalogikannya seperti kereta api yang masuk terowongan.

Bila di Analogikan sebagai kereta api itu uratnya, terowongannya itu adalah ruangan urat itu. Jika kereta apinya jadi membesar, karena itu ia tidak dapat masuk terowongan. Kebalikannya, jika terowongannya menebal atau menjadi kecil, kereta apinya pun tidak dapat masuk, dr. Rizky menerangkan.

Yang mengakibatkan pengubahan tendon itu ialah kamu sering memakai jarimu

Pemicu finger rupanya terjadi karena hal remeh: kamu sering memakai jarimu. Bermacam aktivitas yang membuat jarimu bergerak secara repetitif mempunyai potensi memunculkan peradangan atau inflamasi dan mengakibatkan lebam. Bengkak otot berikut yang jadikan jemari tidak dapat berperan seperti sebelumnya dan akan menekuk, tapi tidak dapat dibalikkan secara alami.

Gejala-gejalanya dapat terlihat dari rasa nyeri di jemari

Ada gejala-gejala pemicu finger yang perlu dicurigai. Pertama ialah munculnya rasa nyeri pada tangan. Permasalahan ini biasanya akan diteruskan dengan keadaan jemari yang tidak dapat lempeng secara alami.

Kalaulah dilempengkan, harus perlu kontribusi dan ada kemungkinkan akan mengeluarkan bunyi “kletek”.

“Satu kembali, umumnya kekakuan semacam itu umum terjadi saat pagi hari,” kata dr. Rizky.

Wanita lebih beresiko, ditambah lagi jika ada diabetes melitus

Ada bukti menarik mengenai pemicu finger yang dibeber dalam seminar-online. Disebutkan jika keadaan ini terjadi atau dialami minimal 2 sampai 3 % komunitas dunia.

Wanita juga disebut lebih beresiko daripada lelaki, yang mana resikonya ini capai 2 sampai 6 kali lipat.

Disamping itu, factor yang lain yang membuat seorang alami pemicu finger ialah beberapa orang dengan diabetes melitus.

Saat ditanyakan kenapa semacam itu, dr. Rizky tidak dapat menjawab. Ia mengatakan jika sampai sekarang ini tidak ada riset ilmiah yang betul-betul dapat menerangkan apa pemicu wanita dan orang dengan diabetes lebih beresiko terserang jemari kaku ini.

“Tidak ada jurnal kesehatan yang dapat menerangkannya. Jadi saya sendiri tidak dapat menjawab,” tutur dr. Rizky.

Umumnya akan bermula dari ibu jemari dan bersambung ke jari-jari yang lain

Memang bukan keadaan yang menyebar, tapi pemicu finger dapat “menyebar” dari 1 jemari ke jemari yang lain. Ingat otot tendon sendiri seperti benang jahit yang terhubung di antara keduanya, jika alami permasalahan, karenanya dapat menebar ke jemari yang lain.

Biasanya kakunya akan berasa lebih dulu di jari jempol. Jadi berlanjut ke jemari satu sampai jari-jari selanjutnya. Bila didiamkan, yang terjadi keadaan kaku jemari itu menjadi tetap,” kata dr. Rizky mengingati.

Pengenduran jemari dan tangan dapat membantu kurangi resiko terserang pemicu finger

Pengatasan pemicu finger dapat memerlukan kontribusi dokter, dapat juga dilaksanakan sendiri. Kontribusi dokter cuman dilaksanakan bila jemari tidak dapat kembali seperti semua walaupun telah coba mengiyakannya sendiri.

Supaya tidak alami pemicu finger, dr. Rizky merekomendasikan untuk lakukan pengenduran tangan dan memijat perlahan sisi telapak tangan di bawah jemari.

Ini akan menurunkan inflamasi. Coba di dalam 1 jam kerjakan stretching 5 sampai 10 kali, terang dr. Rizky. Dia menjelaskan jika istirahat bisa juga jadi langkah manjur. Bila pemicu finger muncul karena tugasmu, sebenarnya  yang paling baik ialah kamu stop dari pekerjaan itu. Tetapi itu mustahil, kan?

Penyembuhan Pemicu Finger

Penyembuhan untuk pemicu finger benar-benar bervariatif, bergantung di tingkat keparahan dan lama waktunya keadaan itu terjadi. Untuk melakukan penyembuhan yang dapat diberi diantaranya:

  • Istirahat

Istirahatkan jari-jari Anda dari beberapa kegiatan yang karakternya berulang-ulang, seperti memegang hp dan menulis. Ini ditujukan untuk menurunkan peradangan pada selubung tendon jemari. Awasi aktivitas itu minimal sepanjang 3-4 minggu.

  • Kompres dingin

Untuk kurangi rasa nyeri dan tonjolan di pangkal jemari karena pemicu finger, Anda dapat mengompres memakai air dingin tiap hari sepanjang 10-15 menit. Disamping itu, Anda juga bisa memendam jemari yang terserang pemicu finger ke air hangat untuk kurangi kekakuannya.

  • Hand splint

Pemakaian hand splint mempunyai tujuan untuk istirahatkan selubung tendon yang meradang agar cepat normal kembali. Pemakaian hand splint ini umumnya dilaksanakan sepanjang 6 minggu.

  • Obat penurun nyeri dan radang

Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan penurun nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, menjadi jalan keluar periode pendek untuk membantu menurunkan merasa sakit dan peradangan pada jemari Anda.

  • Obat steroid suntik

Penyuntikan obat steroid ke selubung tendon bisa juga jadi langkah untuk menangani pemicu finger. Umumnya diperlukan 2x suntikan untuk kurangi peradangan di selubung tendon jemari.

  • Operasi

Jika beberapa cara di atas tidak efisien untuk menangani pemicu finger, peluang dokter akan merekomendasikan perlakuan pembandinghan. Ada dua tipe pembandinghan yang dapat dilaksanakan, yakni bedah terbuka dan bedah perkutaneus.

Bedah terbuka dilaksanakan dengan membuat irisan kecil pada bagian pangkal jemari dan menggunting secara terbuka sisi selubung tendon yang meradang. Sementara, bedah perkutaneus dilaksanakan dengan masukkan jarum ke jaringan di seputar tendon yang meradang dan menggerakkan untuk hentikan persempitan.

Keadaan wabahk, isolasi, dan pemakaian handphone rupanya tidak tingkatkan jumlah kasus pemicu finger

Ada satu pertanyaan yang dilemparkan ke dr. Rizky berkaitan peristiwa pemicu finger ini: apa keadaan wabahk dan isolasi sekarang ini, yang membuat orang semakin banyak habiskan waktu bekerja dengan piranti elektronik seperti netbook dan handphone, tingkatkan angka kasus pemicu finger? Rupanya, jawabnya tidak.

Seperti rumor resiko pada wanita dan orang dengan diabetes melitus, tidak ada riset atau pencatatan selanjutnya berkaitan pemicu finger saat wabahk. Tetapi, dari kacamata dr. Rizky melalui beberapa pasiennya, dia menyaksikan jika jumlah kasus pemicu finger masih konstan, tidak jadi lebih banyak.

Saat jarimu telah kaku, sebaiknya kamu selekasnya pergi ke dokter, minimal untuk periksakan apa itu betul pemicu finger ataulah bukan. Pengatasan yang cepat akan membantu menanganinya secara cepat juga.

“Jika sudah diatasi, kemungkinan besar tidak kumat kembali. Tingkat kekambuhan permasalahan ini cuman 1 sampai 5 % saja,” kata dr. Rizky tutup sesion seminar-online itu.

Agar Anda tidak gampang terserang pemicu finger, Anda dianjurkan untuk lakukan pengenduran jemari saat sebelum mengawali aktivitas yang banyak memakai tangan dan jemari, apa lagi yang karakternya berulang-ulang.

Selekasnya datangi dokter ortopedi jika perawatan dan penyembuhan secara berdikari di dalam rumah tidak kurangi keluh kesah pemicu finger yang Anda alami. Dokter akan memberi pengatasan selanjutnya seperti keadaan Anda.