Klamidia Penyakit Menular Seksual

Klamidia Penyakit Menular Seksual

Klamidia (chlamydia) adalah tipe penyakit menular seksual kecuali sifilis, herpes, dan gonore yang sangat harus di waspadai oleh banyak orang.

Infeksi dapat dirasakan lelaki atau wanita. Penyebaran terjadi lewat hubungan seks sama orang yang mempunyai klamidia.

Sebagian besar orang yang positif terkena Klamidia Penyakit Menular Seksual tidak memperlihatkan tanda-tanda.

Klamidia Penyakit Menular Seksual yang Perlu diwaspadai!

Akan tetapi harus tetap dicurigai karena klamidia yang tidak mendapatkan perawatan dapat beresiko, terutamanya pada wanita.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Suara Pendengaran

Untuk tingkatkan kesiagaan, baca pembahasan di bawah ini mengenai pemicu, tanda-tanda, factor resiko, resiko kompleksitas, dan langkah menyembuhkan dan mencegah klamidia.

Apakah itu infeksi menyebar seksual?

Infeksi menyebar seksual atau penyakit menyebar seksual ialah infeksi yang menyebar lewat jalinan intim. Penyakit ini bisa diikuti dengan ruam atau lepuhan dan rasa nyeri di tempat kelamin. Ada beberapa tipe penyakit menyebar seksual, salah satunya chlamydia, gonore, sifilis, trickomoniasis, dan HIV.

Seperti namanya, penyakit menyebar seksual menebar lewat jalinan intim, baik secara vaginal, anal, atau oral. Bukan hanya jalinan intim, penyebaran dapat terjadi lewat transfusi darah dan share jarum suntik dengan pasien. Infeksi dapat disebarkan dari ibu hamil ke janin, baik sepanjang kehamilan ataupun waktu persalinan.

Tanda-tanda klamidia

Klamidia disebabkan karena bakteri Chlamydia trachomatis. Disebut jika mereka yang positif menderita penyakit ini tidak memperlihatkan tanda-tanda. Namun, jika nanti muncul tanda-tanda, menurut Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tanda-tanda akan kelihatan beberapa minggu sesudah hubungan seks dengan pasangan yang terkena.

Pada lelaki, tanda-tanda klamidia diantaranya:

  • Rasa sakit serta dibakar dikala buang air kecil.
  • Penis keluarkan cairan berbentuk nanah, cairan yang encer, atau putih dan kental seperti susu.
  • Testis lebam dan nyeri saat didesak.
  • Iritasi pada rektum.

Saat itu, tanda-tanda klamidia salah satunya:

  • Sakit perut bawah.
  • Keputihan yang lebih beberapa dari umumnya dengan warna yang condong kuning dan bau busuk.
  • Perdarahan yang terjadi antara transisi haid.
  • Demam ringan.
  • Sakit saat sex.
  • Perdarahan sesudah berhubungan seksual.
  • Rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Buang air kecil seringkali.
  • Pembengkakan di vagina atau seputar anus.
  • Iritasi di rektum.

Badan akan alami demam, mual, dan sisi bawah perut berasa sakit jika infeksi telah menebar. Disamping itu, merilis MedlinePlus, anggota badan lelaki yang terkena klamidia ada di aliran kencing (uretra), dubur, dan kerongkongan. Saat itu, untuk wanita, anggota badan yang terkena dapat mencakup serviks, dubur, dan kerongkongan.

Tanda-tanda klamidia yang ada pada bagian dubur salah satunya: nyeri pada bagian dubur, dubur keluarkan darah, atau dubur keluarkan cairan.

Pemicu klamidia

Chlamydia disebabkan karena bakteri chlamydia trachomatis. Penyakit ini, bias menyebar lewat sex anal, oral, vaginal, dan sama-sama bersinggungannya alat kelamin. Disamping itu, mainan sex yang tidak dibersihkan sampai bersih atau dilapis kondom baru bisa juga jadi media penyebaran chlamydia.

Larutan intim yang pergi dari perlengkapan kemaluan pengidapnya bisa mengedarkan kuman ini walaupun tanpa orgasme, pemancaran, ataupun penetratif. Resiko terkena chlamydia dapat bertambah bila berhubungan seks berubah-ubah pasangan atau dengan beberapa orang. Penyebaran chlamydia tidak muncul karena hal berikut:

  • Pelukan;
  • Dudukan toilet;
  • Handuk;
  • Peralatan makan;
  • Ciuman;
  • Kolam renang; dan
  • Kamar mandi.

Pada ibu hamil, dapat menyebarkan chlamydia pada bayi yang dilahirkannya dan mengakibatkan mata jadi lebam dan keluarkan cairan atau yang disebutkan dengan konjungtivitis dan radang paru-paru. Karena itu, saat berencana kehamilan atau di saat awalnya kehamilan, yakinkan kamu tidak mengalami infeksi ini apabila positif, obati secepat-cepatnya.

Barisan yang mempunyai resiko tinggi terserang klamidia

Sebagian orang benar-benar direferensikan untuk teratur lakukan test untuk klamidia jika mempunyai keadaan ini:

  • Perempuan umur 25 tahun ke bawah yang aktif secara seksual
  • Perempuan di atas umur 25 tahun yang lakukan hubungan seks dengan sebagian orang, dengan pasangan baru, dan/atau pasangan awalnya terkena oleh klamidia
  • Laki-laki yang lakukan hubungan seks dengan sama-sama lelaki
  • Ibu hamil pada awal kehamilan (periode prenatal).

Test dilaksanakan di laboratorium klinik dan/atau rumah sakit dengan ambil contoh urine. Untuk wanita, jika diperlukan akan dilaksanakan swab pada bagian vagina oleh dokter.

Sebuah laporan dengan judul “Chlamydia” yang diedarkan oleh Stat Pearls merekomendasikan test laboratorium teratur dilaksanakan satu tahun sekali, terutamanya untuk wanita 25 tahun ke bawah dan aktif secara seksual.

Bagaimana, bila Klamidia tidak cepat diatasi?

Bila tidak diatasi dengan pas, penyakit chlamydia dapat menebar dan memunculkan masalah kesehatan periode panjang.Di bawah ini beberapa kompleksitas chlamydia pada pria:

  • Epididimitis, yakni peradangan yang terjadi pada epididimis yang disebut sisi dari mekanisme reproduksi pria dan aliran untuk sperma dari testikel. Penyakit ini memunculkan tanda-tanda membesarnya epididimis dan rasa nyeri. Bila tidak selekasnya diatasi, infeksi dapat mengakibatkan timbulnya cairan atau bahkan juga nanah, dan kalau sudah kronis dapat mengakibatkan kemandulan.
  • Reactive arthritis, yakni peradangan yang terjadi pada sendi serta lebih banyak menerpa pria dibanding wanita. Obat penurun nyeri antiinflamasi non-steroid, seperti ibuprofen, dapat untuk mengatur tanda-tanda reactive arthritis. Umumnya, tanda-tanda akan lebih baik dalam kurun waktu tiga bulan sampai satu tahun, tapi keadaan ini dapat balik lagi.
  • Uretritis, yakni peradangan yang terjadi pada aliran pembuangan urine atau uretra. Keadaan ini umumnya mempunyai tanda-tanda, seperti kerap dan tidak mampu meredam buang air kecil, berasa sakit atau perih saat buang air kecil, kulup atau ujung Mr P teriritasi dan berasa sakit, dan ujung Mr P keluarkan cairan kental warna putih.

Sedang kompleksitas chlamydia pada wanita, yakni:

  • Servisitis, yakni peradangan yang terjadi pada leher kandungan atau serviks. Gejala-gejala cervicitis yang bisa terjadi ialah perut sisi bawah berasa nyeri, sakit saat berhubungan seks, pendarahan yang terjadi saat atau selesai berhubungan seks, dan pendarahan antara periode menstruasi.
  • Penyakit radang panggul, yakni keadaan di mana ovarium, kandungan dan tuba fallopi alami infeksi. Bila tidak diatasi, keadaan ini dapat tingkatkan resiko kehamilan ektopik atau perkembangan janin di luar kandungan dan keguguran. Penyakit ini dapat mengakibatkan panggul berasa sakit secara terus-terusan dan kemandulan.
  • Bartholinitis, yakni keadaan kelenjar Bartholin yang membesar. Kelenjar bartholin berperanan untuk produksi cairan pelumas pada wanita saat berhubungan seks. Kista kelenjar Bartholin bisa terjadi bila kelenjar mampet dan alami infeksi, dan dapat mengakibatkan abses merasa sakit waktu dipegang, perih, warna merah dan dapat mengakibatkan demam. Obat antibiotik harus dipakai untuk menangani abses yang terkena.
  • Salpingitis, yakni peradangan yang terjadi pada tuba fallopi yang mengakibatkan sel telur dari ovarium susah untuk ke arah kandungan dan membuat penderitanya susah hamil. Resiko alami kehamilan di luar kandungan atau ektopik akan bertambah, walaupun sumbatan di tuba fallopi cuma beberapa.

Bagaimanakah cara mencegah klamidia?

Langkah mencegah klamidia dengan tidak mempunyai banyak pasangan seksual atau ganti-ganti pasangan seksual, selalu mengaplikasikan sex secara aman (dengan kondom), dan tidak lakukan sex anal, vaginal, dan/atau sex oral.

Merilis situs Better Health Victoria, orang dengan klamidia harus memberikan tahun pasangannya agar selekasnya memeriksa diri.

Penyembuhan

Untuk menyembuhkan klamidia, umumnya dokter akan memberi resep antibiotik. Sepanjang proses penyembuhan, pasien tidak dibolehkan untuk lakukan hubungan seks sampai dipastikan pulih.

Situs Planned Parenthood mengatakan jika pasien jangan lakukan hubungan seks sepanjang 7 hari, diawali pada hari awal penyembuhan. Memaksain lakukan hubungan seks selama saat penyembuhan bisa mengakibatkan badan kembali terkena.

Klamidia yang teridentifikasi pada step awalnya cuman memerlukan antibiotik jumlah singgel. Tetapi, jika terjadi kompleksitas pada organ badan yang lain, jumlah antibiotik dapat berbeda. Pasien yang telah pulih dianjurkan untuk lakukan test laboratorium tiga bulan setelah itu.

Harus dipahami jika antibiotik tidak bisa mengobati kerusakan pada anggota badan yang lain sebagai akibatnya karena penebaran klamidia ke kumpulan sel tubuh lain.

Itu info penting sekitar pemicu, tanda-tanda, factor resiko, resiko kompleksitas, dan langkah menyembuhkan dan mencegah klamidia, yang disebut salah satunya tipe penyakit menyebar seksual. Jauhi ganti-ganti pasangan dan lakukan sex yang beresiko. Janganlah lupa untuk lakukan pengecekan teratur jika kamu telah aktif secara seksual.