Gejala Polidipsi Tetap Haus

Gejala Polidipsi Tetap Haus

Gejala Polidipsi Tetap Haus – Saat kekurangan cairan, badan akan memberikan tanda berbentuk rasa haus membuat orang akan selalu ingin minum. Umumnya, haus akan raib sesudah kita minum.

Tetapi, pernah tidak kamu masih haus meskipun telah habiskan satu gelas air? Bisa saja itu ialah tanda-tanda polidipsi.

Polidipsi bukan penyakit, tetapi sebuah tanda-tanda dari keadaan klinis yang memicu. Polidipsi membuat seorang menjadi lebih kerap minum.

Gejala Polidipsi Salah Satunya Tetap Haus Meskipun Sudah Minum

Perlu dicurigai, silahkan mengenali lebih jauh mengenai polidipsi, mencakup pemicu, tanda-tanda, kekuatan bahaya, sampai langkah penyembuhannya. Baca, ya!

Rasa haus yang terlalu berlebih

Merilis Medical News Today, polidipsi merujuk pada rasa haus yang berlebihan dan tidak raib meskipun telah minum. Polidipsi bisa berjalan sepanjang beberapa hari, beberapa minggu, ataupun lebih lama.

Baca Juga: Klamidia Penyakit Menular Seksual

Orang dengan polidipsi akan berasa haus sejauh waktu walau banyak minum air. Umumnya, mereka dapat habiskan 6 ltr cairan setiap hari. Selain rasa haus terlalu berlebih, seorang dengan polidipsi mempunyai mulut merasa kering.

Selain itu, karena minum kebanyakan, polidipsi dibarengi dengan poliuria atau kerap buang air kecil. Orang dengan poliuria keluarkan urine minimal 2,5 ltr dalam kurun waktu 24 jam.

Apa pemicu polidipsi?

Diringkas dari sejumlah sumber, bermacam keadaan yang dapat mengakibatkan polidipsi diantaranya:

  • Dehidrasi: dehidrasi ialah keadaan badan kekurangan cairan. Keadaan ini dapat muncul karena kurang minum air, keringat berlebihan, diare, muntah-muntah, atau kerap buang air kecil.
  • Diabetes melitus: pada diabetes, kandungan gula pada darah begitu tinggi. Ginjal akan bekerja lebih keras untuk memfilter gula berlebihan dari darah dan dikeluarkan lewat urine. Keadaan ini mengakibatkan badan kekurangan cairan dan memacu haus, hingga bisa semakin banyak minum dan buang air kecil.
  • Diabetes insipidus: keadaan ini muncul karena ada permasalahan dengan vasopressin, hormon antidiuretik yang menolong mengatur pengeluaran cairan lewat ginjal. Penderitanya akan keluarkan urine dengan jumlah yang banyak dan kerap kali berasa haus.
  • Efek samping beberapa obat tertentu: beberapa obat seperti kortikosteroid atau pil diuretik bisa memacu polidipsi.
  • Gangguan psikis tertentu: skizofrenia, masalah situasi hati, dan anoreksia dapat memacu polidipsi. Sebagian orang mempunyai kemauan yang tidak teratasi untuk minum air, walau sesungguhnya hal itu tidak dibutuhkan.

Mengapa polidipsi beresiko?

Dari sisi jadi tanda-tanda untuk penyakit tertentu, keadaan polidipsi dapat “memaksakan” penderitanya untuk terus-terusan konsumsi air dengan jumlah banyak. Ini bisa memunculkan keracunan air.Keracunan air terjadi saat air yang berlebihan akan meleburkan sodium di pembuluh darah. Sodium mempunyai karakter meredam cairan, hingga saat sodium terlarut dengan jumlah banyak karena itu dia akan meredam cairan yang semestinya dikeluarkan.Saat seorang keracunan air, ada gejala-gejala yang tampil, seperti

  • Kram otot
  • Sakit kepala
  • Kejang-kejang
  • Pusing atau disorientasi
  • Mual
  • Pembengkakan dalam tubuh
  • Koma

Poliuria tanda-tanda saat sebelum terjadi polidipsi

Poliuria ialah keadaan saat badan hasilkan urine (air kencing) terlalu berlebih. Keadaan yang terhitung penyakit kandungan kemih ini membuat Anda seringkali ingin buang air kecil. Saat kencing, urine yang dikeluarkan juga jauh semakin banyak dari semestinya.

Produksi urine tiap orang berbeda. Walau demikian, badan orang dewasa rerata bisa hasilkan urine normal sekitar 0,8-2 liter dalam satu hari, dengan prediksi konsumsi cairan sekitar 2 ltr dari minum air atau sumber yang lain.

Volume urine dapat disebutkan terlalu berlebih jika sudah melalui 2,5 ltr dalam satu hari. Pada pasien poliuria, produksi urine bahkan juga bisa capai 15 liter dalam waktu 24 jam. Mengakibatkan, Anda jadi kerap bolak-balik ke kamar mandi.

Poliuria biasanya tampil karena penyakit tertentu. Oleh karena itu, pengatasan pada poliuria perlu disamakan dengan penyakit pemicunya. Bila penyakit itu tidak dapat sembuh, baru poliuria diatasi dengan beberapa obat.

Poliuria yang tidak diatasi secara baik bisa memunculkan imbas periode panjang. Keluarnya urine dalam skala besar bisa menyebabkan hiponatremia (rendahnya kandungan natrium dalam darah), koma, sampai kematian.

Poliuria umumnya muncul karena seorang konsumsi cairan terlalu berlebih. Makin banyak cairan yang masuk di badan Anda, makin banyak juga air kencing yang akan tercipta dalam ginjal.

Beberapa macam minuman bisa juga membuat Anda seringkali kencing karena memiliki sifat diuretik. Minuman seperti kopi, teh, dan alkohol tingkatkan kandungan garam dan air dalam urine hingga volume urine yang dibuat juga turut bertambah.

Poliuria karena banyak minum bukan permasalahan besar karena bisa lebih baik sendirinya. Di lain sisi, ada juga beberapa penyakit yang menjadi pemicu kerap buang air kecil, misalnya:

  • Diabetes type 1 dan 2.
  • Diabetes insipidus.
  • Penyakit ginjal.
  • Penyakit hati
  • Cushing’s syndrome.

Bagaimanakah cara menyembuhkan poliuria?

Penyembuhan poliuria bergantung pada pemicunya. Jika poliuria disebabkan karena penyakit diabetes, penyembuhan pasti mempunyai tujuan untuk mengatur gula darah hingga ginjal bisa berperan sebaik-baiknya.

Bila poliuria dikarenakan oleh beberapa obat tertentu, Anda dapat menanganinya dengan stop minum obat itu dan cari alternative-nya. Hal sama berlaku jika poliuria dipacu oleh rutinitas minuman yang memiliki sifat diuretik.

Karena kerap buang air kecil yang tidak diobati, Anda kemungkinan alami beberapa permasalahan kompleksitas.

Tanda-tanda polidipsi yang tampil

  • Merasa benar-benar haus, bahkan juga sesudah minum banyak air
  • Buang air kecil dalam jumlah yang banyak setiap harinya
  • Mulut berasa kering terus-terusan

Orang yang alami polidipsi kemungkinan rasakan tanda-tanda yang lain bila polidipsi disebabkan karena keadaan klinis yang memicu, misalnya diabetes. Gejala-gejala umum dari diabetes ialah:

  • Merasa benar-benar lapar
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Penurunan berat tubuh yang tidak normal
  • Penyembuhan cedera atau infeksi yang lamban

Bahaya minum air kebanyakan

Polidipsi membuat seorang jadi minum semakin banyak. Namun, di lain sisi kebanyakan minum air bisa juga datangkan permasalahan. Walau air yang berlebihan akan dibuang jadi urine, badan tidak dapat simpan jumlah cairan dengan jumlah yang kebanyakan.

Mencuplik dari WebMD dan Healthline, minum air kebanyakan bisa mengakibatkan kandungan natrium pada darah jadi benar-benar rendah (hiponatremia). Tanda dan tanda-tanda yang perlu dicurigai ialah:

  • Sakit kepala
  • Kram atau kejang pada otot
  • Kebingungan
  • Mual
  • Kejang
  • Penurunan energi atau gampang capek
  • Jika telah kronis, pasien dapat alami koma

Penyembuhan polidipsi tergantung pada pemicunya

Ingat polidipsi ialah sebuah tanda-tanda, tentu saja harus dipahami apa pemicu munculnya tanda-tanda itu. Nah, penyembuhan dari polidipsi ini akan tergantung pada pemicunya.

Contoh-contoh penyembuhannya sebagai berikut ini:

  • Diabetes melitus: penyembuhan diberi untuk mengatur kandungan gula darah. Pasien diabetes type 1 akan memerlukan suntikan insulin. Pada kasus diabetes type 2, selain perlu obat, dibutuhkan pengubahan skema makan dan teratur olahraga.
  • Diabates insipidus: dokter akan merekomendasikan pasien untuk minum cukup air supaya terbebas dari dehidrasi. Selain itu, dokter mungkin saja memberi resep beberapa obat.
  • Obat-obatan tertentu: bila alami polidipsi sesudah konsumsi beberapa obat tertentu, dokter kemungkinan menukar obat atau mengganti jumlahnya.
  • Gangguan psikis tertentu: konseling atau therapy dapat menolong pasien mengetahui seberapa banyak cairan yang mereka minum dan sesuaikan konsumsinya.

Minum cukup air minimal 8 gelas setiap hari benar-benar sangat diperlukan untuk penuhi keperluan cairan dan mencegah dehidrasi. Selain melalui air, kamu memperoleh cairan melalui sayur dan buah, atau makanan seperti sup.

Itu keterangan sekitar pemicu, tanda-tanda, kekuatan bahaya, dan penyembuhan polidipsi. Jika kamu berasa kerap haus walau sebenarnya banyak minum, kamu perlu berprasangka buruk. Tanyakan ke dokter untuk ketahui pemicunya dan mendapatkan pengatasan yang tepat.